TDL naik,... Industri Nasional Bangkrut...!!

Keputusan pemerintah untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) mulai 1 Juli mendatang dikhawatirkan akan memicu kebangkrutan industri nasional.

Mengapa??

Karena, dampak dari kenaikan TDL tersebut akan semakin menghimpit masayarakat kecil karena akan memicu kenaikkan harga barang-barang. Sedangkan upah buruh maupun pegawai tidak mengalami kenaikan untuk menyesuaikan dampak kenaikan tersebut.
Begitu juga dengan gaji pegawai TNI/POLRI dan PNS juga tidak ada kenaikan. Tentu ini akan bisa memacu kebangkrutan industri nasional.

Kenaikan TDL untuk industri sebesar 15 persen pasti berdampak bagi sejumlah industri di Indonesia.
Kebijakan ini secara perlahan akan membunuh ekonomi rakyat.

Memang dikatakan kenaikan hanya akan diberlakukan untuk pelanggan diatas 900 VA...
sedangkan pelanggan 450 - 900 VA tidak dikenakan kenaikan TDL. Memang sedikit menenangkan hati para rakyat kecil. Namun, PLN terkesan munafik, karena saat ini PLN tidak lagi melayani pemasangan listrik baru untuk 450 - 900 VA.

Jadi bagaimana nasib rakyat kecil dan industri kerakyatan kita nantinya??

PENEMUAN PLANET BARU MIRIP BUMI??

Planet baru mirip BumiWah ada kabar baik lagi neh BRO, yang ini datang nya dari eropa. katanya Para ahli ruang angkasa dari Eropa sedang gencar-gencarnya mencari planet lain yang mirip dengan bumi. Dan pada Selasa 21 April lalu, mereka mengumumkan telah menemukan dua planet yang ukurannya hampir sama dengan bumi. Planet yang mereka temukan disebut Gliese 581 e. Sebelumnya, telah ditemukan planet yang berdekatan dan disebut Gliese 581 d. planet yang berada di luar tata surya kita, yang mirip dengan planet Bumi yang kita huni. jarak bumi dengan planet tersebut kurang lebih 20.5 tahun cahaya. planet yang mengorbit dalam waktu 13 hari pada bintang induknya itu diperkirakan memiliki kandungan air di permukaannya, dengan suhu planet 0 – 40 derajat celcius.

Kata Para ahli luar angkasa kedua tempat tersebut kemungkinan bisa dijadikan tempat tinggal manusia. wah bener gak ia,,?

“Adanya bebatuan dan karang pada planet tersebut membuat kami mengambil kesimpulan planet itu dapat dijadikan tempat tinggal oleh manusia,” kata Michel Mayor, seorang ahli fisika astronomi dari University Geneva di Swiss.

Namun dalam banyak cara lainnya, planet ini adalah “binatang kejam yang sangat berbeda” dari Bumi yang kita tinggali, kata para ilmuwan.

“Pada dasarnya ini adalah satu samudera luas,” kata kepala peneliti David Charbonneau dari Pusat Astrofisika Smithsonian, Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts.(Di planet ini) tidak ada satu pun benua yang mengambang di atas atau menyeruak dari air.”

Ukuran Gliese 581 e adalah 1,9 kali ukuran bumi dan letaknya dekat dengan bintang yang menyinarinya. Gliese 581 d, dan Gliese 581 e, berada dalam konstelasi Libra dan ditemukan dengan menggunakan teleskop observatorium yang ada di La Silla, Chili.

Untuk membuat penemuan ini, para peneliti menggunakan peralatan yang sangat sensitif yang bisa mengukur perubahan kecil pada kecepatan sebuah bintang ketika terjadi tarik-menarik gravitasi dengan sebuah planet yang berdekatan.

Para astronom terpaksa menggunakan metode tak langsung dalam mendeteksi planet tersebut karena teknologi teleskop yang dimiliki saat ini kesulitan merekam gambar obyek angkasa yang sangat jauh atau yang bercahaya redup -apalagi ketika obyek tersebut mengorbit dekat dengan bintang bercahaya.

Mungkin sekarang kita punya banyak pertanyaan. Apakah di sana ada kehidupan layaknya di bumi, jika ada... makhluk apa yang menghuni planet itu??, dan seperti apa,??

TDL NAIK..!! APA DAMPAKNYA??

Rencana kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) sungguh memicu banyak pertentangan di tengah-tengah masyarakat, khususnya masyarakat menengah kebawah. Walaupun yang kita ketahui rencana kenaikan TDL hanya diberlakukan bagi pengguna non 450 dan 900 KWH yang mana banyak digunakan oleh masyarakat menengah kebawah, berarti kenaikan hanya dibebankan bagi pengguna diatas 900 Kwh.

Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sudah pasti akan berimbas ke masyarakat. Walaupun untuk pelanggan golongan 450 VA-900 VA diputuskan tidak naik, namun bagi industri dampaknya akan sangat terasa. Bahkan bisa berujung ke pemutusan hubungan kerja (PHK).
DI kota Medan, sebagian besar roda perekonomian masyarakatnya digerakkan oleh industri berskala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau besar yang tergantung pada pasokan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Jika kondisi ini tidak diantisipasi dengan manajemen pengelolaan aset sebagai kompensasi atas kenaikan TDL, bisa jadi akan banyak usaha yang mengalami collapse, yang akhirnya bermuara pada PHK bagi buruh atau karyawan. Dan akhirnya akan mengakibatkan bertambahnya angka pengangguran.
Meskipun kenaikannya tidak secara langsung menyentuh masyarakat pengguna atau rumah tangga, akan tetapi ada dampak negatif yang ditimbulkan dari kenaikan TDL ini.
Paling tidak, tetap akan ada kenaikan biaya dalam bidang usaha atau industri, sehingga ada kemungkinan beberapa produk di pasaran harganya juga akan ikut naik seiring naiknya TDL.
Bisa diprediksikan, industri berskala UMKM atau besar akan terpukul dengan kebijakan ini. Seperti diketahui, setelah melalui rapat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), pemerintah akhirnya menetapkan TDL naik 10 persen terhitung per 1 Juli 2010 mendatang bagi pengguna non 450 dan 900 KWh (R1), sementara kenaikan bagi pengguna R1 ditolak oleh DPR.
Jika kenaikan dibatasi pada non-pengguna 450 dan 900, artinya kenaikan ini memang tidak menyentuh langsung masyarakat atau kebutuhan rumah tangga, yang kebanyakan menggunakan listrik 450 dan 900 KWh. Namun, kebijakan ini tetap saja menimbulkan dampak positif dan negatif bagi masyarakat.

Ternyata, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tak selalu harus dilihat secara negatif. Ada sisi positif dari kebijakan pemerintah ini, walaupun sudah pasti memicu gejolak.
Namun, sisi positifnya, kebijakan kenaikan TDL ini akan memaksa pengguna untuk lebih berhemat dalam penggunaan energi listrik. Bahkan jika memungkinkan, mereka justru akan mulai mencari energi alternatif sebagai pengganti ketergantungan terhadap listrik dari PLN.

Kita harapkan dengan dinaikkan nya TDL, kinerja dan pelayanan yang diberikan PT. PLN kepada masyarakat INDONESIA, bisa lebih maksimal lagi. Tidak seperti yang sebelum-sebelumnya yang sungguh sangat mengecewakan.
Dan kalau kinerja dan kwalitas pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan PLN, maka akan lebih baik kalau PLN itu di swastanisasikan saja.
Akhir kata Hidup LAMPU!!! ^^

Menguap Berlebihan

Banyak ahli sepakat bahwa menguap disebabkan oleh penurunan kadar oksigen dalam darah, dan yang paling sering dikaitkan dengan kantuk atau bosan. Disebut menguap berlebihan jika dalam 1 menit seserorang menguap 1-4 kali. Menguap berlebihan ini bisa jadi menjadi tanda dari sebuah penyakit serius.

Ada beberapa hal yang terjadi ketika menguap. Rahang yang terbuka lebar dan memungkinkan menghirup napas panjang. Hal ini, meski sesaat, menciptakan tekanan besar di paru-paru.

Sebagian besar gangguan yang berhubungan dengan menguap adalah dari sistem saraf pusat, yakni epilepsi, radang otak, atau tumor otak. Selain itu, menguap juga menjadi tanda dari reaksi vasovagal. Bisa jadi menjadi tanda dari kecemasan.

Gejala
Menguap 1-4 kali dalam semenit.

Perawatan
Jika mengalami gejala seperti ini sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Sumber: medlineplus dan yooper snooring

PIALA DUNIA DAN SURGA PENJUDI.....! -_-

Sepak bola, termasuk Piala Dunia, tidak hanya mengantarkan rejeki nomplok untuk sejumlah kalangan. Baik itu pemilik hotel yang bisa menggelar nobar –bukan porno bareng—tapi nonton bareng seizin pemegang hak siar, tentu saja. Maupun bagi pemilik stasiun televsi yang akhirnya kebanjiran iklan untuk membiayai tayangan langsung Piala Dunia.

Juga tidak hanya memberikan kenikmatan bagi para penggila bola, baik di stadion maupun di rumah dengan penampilan tim-tim terbaik dunia. Sementara, yang di rumah, duduk santai di depan layar kaca sembari menikmati hidangan secangkir kopi hangat atau teh hangat atau minuman dingin plus penganan ringan a.l kacang kulit, singkong goreng sampai kacang rebus.

Bahkan, bagi yang masih harus menuntaskan pekerjaannya di kantor saat pertandingan masih berlangsung, pun tak merasa ditinggalkan. Yah, sambil bekerja, sekali-kali ‘mencuri’ pandang ke layar kaca untuk melihat pertandingan itu boleh saja, mereka bisa menonton. Tidak nikmat memang, tapi lumayanlah.

Piala Dunia –yang menjadi event dengan jumlah penonton terbanyak sejagad ini, FIFA mengumumkan akumulasi penonton Piala Dunia 2006 di Jerman 26 miliar— memberikan kebugaran bagi para pekerja kasar. Tanpa harus mengeluarkan dana, mereka bisa dengan rileks melupakan tekanan pekerjaan rutin dengan menyaksikan pertandingan, syukur-syukur ada tim dari negaranya, kecuali pekerja di Indonesia yang hanya bisa menikmati pertandingan tapi menjagokan negara lain.

Bahkan, Piala Dunia, juga menjadi lahan empuk bagi para pekerja sex. Di Afrika Selatan, contohnya. South Africa's Central Drug Authority (CDA) mengatakan pekan lalu bahwa diperkirakan akan ada 40.000 wanita pekerja sex datang ke Afrika Selatan saat Piala Dunia pertama di Benua Afrika itu digelar 11 Juni hingga 11 Juli.

Suratkabar Telegraph melaporkan 450.000 orang akan datang ke Afrika Selatan dari seluruh dunia untuk menonton turnamen yang diikuti 32 tim dari 32 negara. Tapi, saat berbicara di Pretoria, pekan lalu, para pimpinan dari kota-kota di Afrika Selatan, dimana partai piala itu digelar, seperti juga yang dilaporkan International Narcotics Control Board, David Bayever, Deputy Chairman of the CDA, mengingatkan soal pekerja seks itu.

Pernyataan itu percaya bahwa banyak dari para pekerja seks itu akan datang dari Eropa Timur, tetapi Bayever juga mengatakan di Afsel sekolah-sekolah diliburkan sepanjang turnamen empat tahunan ini digelar. Dia yakin anak-anak, khususnya dari keluarga yang berasal dari daerah miskin, selain juga soal alkohol dan narkotika, akan menjadi incaran para agen pelacuran dan narkotika. Tapi paling utama para hidung belang.

Namun, yang tak kalah marak adalah soal judi. Taruhan pada turnamen Piala Dunia adalah bisnis besar di Asia, tapi di sebagian negara benua itu, taruhan dianggap melanggar hukum dan polisi disiagakan untuk mencegah hal ini.

Uang puluhan juta dolar diperkirakan akan berputar selama sebulan penyelenggaraan Piala Dunia di Afrika Selatan pada segala sesuatu yang menyangkut turnamen itu mulai dari tim mana yang akan menang hingga siapa yang akan mencetak gol.

Uang sebanyak itu akan berpindah tangan di pasar atau di sarang perjudian tersembunyi atau bahkan secara online yang dijalankan oleh sindikat kejahatan terorganisir. Di lingkungan muslim Malaysia, di mana sepak bola Eropa sangat populer, taruhan diperbolehkan khusus untuk bulan ini walau banyak kaum muslim konservatif yang menentangnya.

Pasar taruhan ilegal di Malaysia diperkirakan bernilai sekitar 20 milyar ringgit per tahun (US$6,2 miliar per tahun). Sementara itu, polisi Malaysia telah membentuk satu satuan khusus untuk memonitor judi online.

Di Korea Selatan, pemerintah memutuskan hanya perusahaan olahraga Toto yang memegang izin untuk menyelenggarakan taruhan untuk semua turnamen-turnaman olahraga, termasuk Piala Dunia, dengan syarat perusahaan menyerahkan 25% pendapatan ke pemerintah. Walau sudah ada institusi yang ditunjuk secara resmi, perjudian ilegal tetap ada di Korsel, terutama judi online.

Beberapa ajang taruhan terbesar di Asia berada di China dimana taruhan yang dilakukan di tempat-tempat tersembunyi, marak. Menurut Titan Sports Weekly, China menghabiskan sampai 500 milyar yuan (US$73 miliar) untuk judi online selama Piala Dunia 2006. Jumlah tersebut sebanding dengan 2% dari PDB China.

Tapi selama enam bulan terakhir, polisi telah mengadakan razia besar-besaran setelah kasus korupsi yang melibatkan ketua asosiasi sepak Bola Cina Nan Yong terkuak.

Taruhan juga dianggap ilegal di India, kecuali untuk ajang balap kuda. Tapi tetap saja bisnis senilai US$1miliar per tahun ini berkembang. Tim sepakbola India mungkin tidak berlaga di Piala Dunia 2010, tapi pasar taruhan pastinya akan sangat sibuk.

Sejak 2003, pejudi Hong Kong sudah bisa bertaruh untuk turnamen sepak bola melalui Hong Kong Jockey Club. Namun demikian, bandar-bandar ilegal tetap beroperasi dan menawarkan hadiah yang lebih besar atau masa kredit yang lebih lama kepada penjudi. September, polisi Hong Kong menangkap enam orang atas tuduhan melakukan judi ilegal dan pencucian uang senilai lebih dari 53 juta dolar Hong Kong.

Negara lain di mana taruhan legal adalah Australia, dimana tim nasional diperkirakan memenangkan turnamen dengan jumlah taruhan 81-1. Nah, kalau Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2010, berapa yaH kira-kira jumlah taruhannya? HEHEHE.....

Modal Rp 50 Juta, Bisa Miliki Waralaba Holcim

PT Holcim Indonesia Tbk (Holcim) menawarkan kemitraan waralaba (franchise) bagi para mitra investor yang ingin bergabung mengembangkan bisnis gerai toko bahan bangunan dan konsultasi pembangunan rumah baru maupun renovasi rumah (Solusi Rumah).

Mitra investor dapat membeli franchise Solusi Rumah dengan biaya mulai dari Rp 50 juta (khusus untuk mereka yang sudah punya toko bangunan jadi hanya membeli franchise saja), sampai Rp 700 juta mencakup keseluruhan hingga konsultasi pembangunan rumah. Mitra akan mendapatkan pelatihan, diperkirakan mitra dapat balik modal dalam waktu 3,5 tahun.

Saat ini, sudah terdapat 96 gerai Solusi Rumah di Pulau Jawa. Dengan konsep ini Holcim menargetkan menambah gerai hingga berjumlah 480 gerai pada tahun ini.

"Solusi Rumah tidak hanya menawarkan langkah mudah untuk membangun rumah, tapi juga sistem bangunan yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan," kata Group Brand & Marketing Manager Holcim Indonesia Apsara Herman melalui siaran persnya, Selasa (1/6/2010).

Dikatakannya Solusi Rumah lebih dari sekedar toko bahan bangunan, tapi merupakan solusi bagi orang yang akan membangun atau merenovasi rumah. Menurut Apsara, selain lebih cepat, rumah yang dibangun dengan memakai Solusi Rumah juga lebih murah 20%.

"Kami menyadari bahwa banyak orang mengalami kebingungan harus mulai dari mana untuk membangun rumah impian mereka, atau untuk merenovasi rumah mereka saat ini. Sekarang, tidak perlu khawatir lagi, karena Solusi Rumah pasti dapat membantu," tambah Marketing & Innovation Director Holcim Indonesia Patrick Walser.

Konsep yang dikembangkan oleh Holcim melalui Solusi Rumah antara lain:

* Datangi Gerainya.
* Tentukan Desainnya.
* Konsultasikan Biaya dan Kreditnya.
* Pilih Bahannya.
* Bangun Rumahnya.

"Dalam lima tahun ke depan kami menargetkan Solusi Rumah dapat menyerap 50% dari penjualan semen Holcim," kata Franchise Manager Holcim Indonesia Oza Guswara,

Tahun 2009 lalu Holcim Indonesia berhasil menjual sebanyak 7,2 juta ton semen.

Sebelumnya anak usaha Holcim Indonesia yaitu PT Holcim Beton (Holcim Beton) menawarkan usaha waralaba bagi industri beton di Indonesia. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai usaha waralaba ini adalah sebesar Rp 3,5 miliar.

Dengan investasi sebesar itu, investor bisa memulai produksi beton sebanyak 24.000 m3 per tahun. Tak hanya itu, Holcim juga menyediakan dukungan tenaga ahli yang akan membantu berjalannya bisnis beton tersebut. Sedangkan untuk biaya bergabung (joint fee), investor akan ditarik Rp 150 juta untuk 5 tahun serta 2% dari penjualan bersih.

Lebih lanjut hubungi: Mitraku@holcim

(sumber :http://www.detikfinance.com/read/2010/06/02/103836/1368085/480/modal-rp-50-juta-bisa-miliki-waralaba-holcim)

Ketika Piala Dunia 'Mencaplok' IHSG

Seperti magnit raksasa yang menyerap seluruh perhatian penduduk planet Bumi, setidaknya bagi penggemar olah raga sepak bola yang mayoritas itu, ajang Piala Dunia nyata-nyata mengalihkan apa pun.

Konon, penyerangan Amerika Serikat ke Irak beberapa tahun lalu mendadak berhenti dan kedua negara sepakat mengadakan gencatan senjata untuk menyaksikan pagelaran akbar ini.

Dan masih banyak lagi kisah bernuansa sama yang membuktikan kekuatan oleh raga ini dalam membuat pengalihan.

Tak luput, dunia pasar modal pun ikutan terpengaruh. Semua investor tahu bahwa setiap Piala Dunia berlangsung, pergerakan pasar saham sontak melambat dan cenderung tidak bergairah. Itu berlaku di seluruh dunia.

Mari sedikit membuka catatan pasar saham beberapa tahun yang lalu. Tepatnya, periode 9 Juni hingga 9 Juli 2006, ketika Piala Dunia yang lalu berlangsung.

Tahun 2006, posisi IHSG masih di level 1.300. Rata-rata volume perdagangan harian selama tahun 2006 tercatat 1,805 miliar saham, sedangkan rata-rata nilai transaksi hariannya sebesar Rp 1,841 triliun.

Pada periode Mei 2006, volume rata-rata harian tercatat 2,925 miliar saham, sedangkan nilai transaksi hariannya Rp 2,919 triliun.

Pada periode Juni 2006, mendadak volume rata-rata harian merosot hingga lebih dari separuhnya menjadi 1,194 miliar saham dengan nilai transaksi rata-rata harian sebesar Rp 1,322 triliun. Penurunan mendadak ini terjadi berbarengan dengan pagelaran Piala Dunia 2006.

Pada periode Juli 2006, penurunan semakin berlanjut seiring dengan ajang Piala Dunia yang mulai memasuki babak final yang akhirnya ditutup pada 9 Juli 2006. Volume rata-rata harian IHSG pada Juli 2006 sebesar 1,029 miliar saham dengan rata-rata transaksi harian sebesar Rp 1,419 triliun.

Pada periode Agustus 2006, ketika Piala Dunia 2006 telah berakhir, perlahan-lahan pasar pun pulih. Volume rata-rata harian IHSG pada Juli 2006 tercatat sebesar 1,715 miliar saham dengan nilai transaksi rata-rata harian Rp 1,777 triliun.

Jika ditinjau lebih spesifik lagi, khusus periode 9 Juni hingga 9 Juli 2006, volume rata-rata harian IHSG tercatat sebesar 1,161 miliar saham, merosot 60,3% dari periode Mei 2006 atau lebih rendah 35,67% dari volume rata-rata setahun 2006 yang sebesar 1,805 miliar saham.

Nilai rata-rata harian selama periode Piala Dunia 2006 (9 Juni-9 Juli 2006) tercatat sebesar Rp 1,306 triliun, anjlok 55,25% dari nilai transaksi rata-rata Mei 2006 dan lebih rendah 29,06% dari nilai rata-rata harian setahun 2006 yang sebesar Rp 1,841 triliun.

Sepanjang Piala Dunia 2006, nilai transaksi IHSG sehari bahkan sempat merosot hanya sebesar Rp 616 miliar. Nilai transaksi satu hari yang paling tinggi selama ajang Piala Dunia 2006 berlangsung hanya sebesar Rp 2,285 triliun.

Posisi IHSG pun cenderung stagnan. Pada penutupan perdagangan 31 Mei 2006, IHSG berada di level 1.329,996 dan pada penutupan perdagangan 31 Juli 2006, IHSG berada di level 1.351,649. Hanya naik tipis selama perdagangan 2 bulan.

Lebih spesifik lagi, pada penutupan perdagangan 9 Juni 2006 (pembukaan Piala Dunia), IHSG berada di level 1.241,326, sedangkan pada penutupan perdagangan 9 Juli 2006 (penutupan Piala Dunia), IHSG berada di posisi 1.339,830. Hanya naik tidak sampai 100 poin selama 1 bulan perdagangan.

Pola ini tidak terjadi pada perdagangan tahun-tahun berikutnya. Pada perdagangan Mei 2007, IHSG volume rata-rata IHSG sebanyak 5,750 miliar saham dengan rata-rata transaksi harian Rp 4,643 triliun.

Pada Juni 2007, volume rata-rata harian masih tercatat 5,330 miliar saham dengan transaksi rata-rata harian Rp 4,356 triliun. Pada Juli 2007, volume harian tercatat 4,900 milliar saham dengan transaksi harian Rp 4,370 triliun. Tidak ada perubahan signifikan.

Pergerakan IHSG sejak penutupan perdagangan 31 Mei hingga 31 Juli 2007 pun bergerak naik drastis dari 2.084,324 ke level 2.348,673.

Untuk tahun 2008, agak sedikit berbeda lantaran adanya krisis pasar modal. Volume dan transaksi harian IHSG terus menerus menurun sejak Mei 2008 hingga akhir tahun. Penurunan ini bersifat kontinyu hingga penghujung 2008, tidak
seperti pada tahun 2006 dimana gairah IHSG kembali bangkit usai ajang Piala Dunia.

Pada tahun 2009, pergerakan IHSG serupa dengan tahun 2007. Tidak terlihat adanya penurunan volume maupun nilai transaksi yang berarti pada periode Mei hingga Agustus 2009.

Posisi IHSG pun meningkat tajam dari penutupan 31 Mei 2009 di level 1.916,831 ke level 2.323,236 pada penutupan 31 Juli 2009.

Data di atas menunjukkan kalau gelaran Piala Dunia nyata-nyata memberikan pengaruh besar pada pergerakan pasar saham, meskipun analis-analis pun tak tahu persis apa penyebab utamanya.

Pertanyaan besarnya, kemana perginya uang dan daya beli sehingga pergerakan saham mendadak lesu dan minim transaksi setiap kali ajang Piala Dunia berlangsung. Sejumlah rumor mengatakan, bandar-bandar pasar saham untuk
sementara mengalihkan uangnya ke pasar judi bola internasional.

Benarkah demikian? Sulit memastikannya. Hanya pengalaman yang bisa dijadikan acuan.

Lantas bagaimana dengan prospek pergerakan pasar saham dan IHSG pada ajang Piala Dunia 2010? Apakah akan bernasib serupa, dimana transaksi cenderung lesu dan stagnan serta minim transaksi?

Mari kembali meninjau data perdagangan. Pada periode Mei 2010, volume harian IHSG tercatat sebesar 6,423 miliar saham dengan transaksi harian Rp 5,119 triliun. IHSG ditutup pada level 2.796,957 pada perdagangan 31 Mei 2010.

Memasuki periode Juni 2010, perdagangan saham mulai menunjukkan tanda-tanda melambat, meskipun level HSG masih cenderung naik. Namun dari sisi volume dan transaksi harian, sudah sangat terasa terjadinya perlambatan dan stagnasi.

Ajang Piala Dunia 2010 dijadwalkan berlangsung sejak 11 Juni hingga 11 Juli 2010. Pada perdagangan 9-11 Juni 2010, penurunan volume transaksi sudah mulai terjadi cukup tajam.

Jika dirata-rata, selama 9 hari perdagangan (1-11 Juni 2010) saja, volume harian telah menurun menjadi 6,028 miliar saham dari posisi akhir Mei 2010 sebanyak 6,423 miliar saham.

Nilai transaksi rata-rata harian selama 9 hari perdagangan tersebut, merosot tajam menjadi Rp 3,428 triliun, anjlok 33,03% dari posisi Mei 2010 sebesar Rp 5,119 triliun.

Posisi IHSG selama sepekan terakhir pun sudah menunjukkan stagnasinya. Pada penutupan 4 Juni 2010 (akhir pekan) IHSG berada di level 2.823,251, sedangkan pada penutupan 11 Juni 2010 (akhir pekan lalu), IHSG berada di level 2.801,899.

Analis PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih memproyeksikan, IHSG butuh suatu aksi beli maupun aksi jual yang signifikan untuk membuat IHSG keluar dari kecenderungan stagnan dalam pola mendatar (sideways) pada pekan ini.

"Pada dasarnya sentimen negatif kondisi utang negara-negara Eropa sudah mulai memudar alias tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG. Oleh sebab itu, seharusnya ini bisa menjadi momentum yang bagus untuk mengangkat IHSG," ujarnya ketika dihubungi detikFinance akhir pekan lalu.

Sayangnya, gelaran Piala Dunia 2010 sedang berlangsung pada saat yang bersamaan, diakui Alfatih bisa membuat IHSG cenderung bergerak lesu dan minim transaksi. Ia mengatakan, pada pekan lalu, IHSG bergerak antara level support 2.700 dan level resistance 2.820.

"Kalau batas support dan resistance 2.700-2.820 tidak mampu ditembus IHSG, kelihatannya pekan depan masih akan sideways dan belum berfluktuasi," ujarnya.

Kalau begitu, langkah apa yang harus dilakukan investor dalam mengantisipasi kecenderungan lesunya IHSG dan minimnya transaksi ini?

Menurut Alfatih, meskipun pergerakan IHSG cenderung sideways, investor masih bisa memanfaatkan celah-celah fluktuasi minimalis dalam amplitudo tipis yang terbentuk pada perdagangan sideways.

"Transaksinya memang tipis, tapi fluktuasi masih ada, walaupun rentangnya tidak besar," jelasnya.

Sederhananya, investor dapat melakukan langkah hit and run alias beli dan jual cepat dengan memanfaatkan celah kenaikan tipis yang diperkirakan bakal terus terjadi pada ajang Piala Dunia 2010 selama 1 bulan mendatang.

 
©2009 Darwin's BloG | by TNB