
Sebuah pulau yang kesepian di tengah Atlantik Selatan menjadi penjaga setia dari rahasia besar Charles Darwin. Dua ratus tahun lalu Ascencsion adalah gunung berapi yang tandus. Tetapi sekarang, puncaknya diselimuti oleh hutan awan tropis.
Rupanya yang terjadi di selang waktu itu adalah Kew Gardens (taman botani kerajaan Inggris) dan Angkatan Laut Inggris bekerja sama membangun sebuah ekosistem buatan. Istimewanya, meski buatan, tetapi ekosistem itu benar-benar berfungsi dengan semestinya.
Eksperimen raksasa ini bisa menjadi kunci menuju koloni masa depan di Planet Mars.
Meski demikian, Ascension tetap saja sebuah pulau tropis kecil yang tidak mudah ditemukan. Pulau yang benar-benar terpencil, terletak 1600 kilo meter (km) dari Pantai Afrika dan 2250 km dari Amerika Selatan.
Menurut para geolog pulau terpencil itu sepenuhnya tergantung pada 'mid-Atlantik ridge', yakni rantai pegunungan berapi di bawah laut yang terbentuk ketika samudra itu terpisah.
Pulau Ascension adalah salah satu dari sejumlah pulau vulkanik di Atlantik Selatan. Ascension menempati sebuah 'hot spot' di punggung pegunungan itu, pulau itu merupakan gunung api aktif.
Sejuta tahun lalu, magma cair meledak membuncah di atas lautan itu. Sebuah pulau pun terbentuk, Ascension.
Tetapi mari sedikit kembali ke tahun 1836 ketika Charles Darwin muda di akhir ekspedisinya selama lima tahun datang ke pulau itu untuk menjelajahi dunia baru dan pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi oleh seorang naturalis pun.
Setelah melakukan penelitian di sebuah pulau vulkanis lain, St Helena, Darwin menumpang Kapal HMS Beagle dan mendarat di Ascension. Saat itu dia tidak berharap banyak di Ascension.
"Kami tahu kami tinggal di atas sebuah batu, tetapi orang-orang yang menyedihkan di Ascension itu tinggal di atas abu," kelakar warga St Helena sebelum Darwin meninggalkan pulau itu.
Sebaliknya, datang ke Ascension memberikan sesuatu yang baru dalam petualangan Darwin.
"Saat di Ascension datang surat dari mentor-nya di Cambridge, John Henslow," papar Professor David Catling dari University Of Washington, Seattle, Amerika Serikat, yang sedang mengumpulkan kembali catatan-catatan perjalanan Darwin.
"Petualangan yang menghasilkan banyak penemuan dari Darwin telah menimbulkan sensasi besar di London," papar Cattling.
"Henslow meyakinkannya bahwa ketika ia kembali kelak, ia akan ditempatkan di antara tokoh-tokoh penting ilmu pengetahuan," ujar Cattling lagi.
Mendengar kabar fantastis itu Darwin terus dibuai oleh ekstasi.
Di mana-mana terlihat puncak-puncak merah vulkanis dan lahar yang meletup-letup menandakan kekuatan yang dasyat telah menempa pulau itu.
Menurut Professor Cattling, di tengah keporak-porandaan alam itu Darwin mulai merintis sebuah rencana.
Dari abu-abu gunung berapi itu ia bisa menciptakan sebuah oasis hijau, sebuah "Inggris Mini'.
Pulau Eden
Sahabat karib Darwin, Joseph Hooker adalah seorang pakar botani dan petualang.
Hanya beberapa tahun setelah Darwin kembali, Hooker sedang dalam petualangannya sendiri, sebuah ambisi besar mengelilingi Antartika menggunakan Kapal HMS Erebus and Terror.
Diilhami oleh perjalanan Darwin, Hooker pun menyempatkan mampir di Ascension dalam perjalanan pulangnya di 1843.
Ascension letaknya strategis sebagai pangkalan angkatan laut Inggris. Tugas pangkalan itu mengawasi Napoleon yang sedang diasingkan di St Helena.
Permasalahan bagi penjelajahan lanjutan ketika itu adalah persediaan air bersih.
Ascension adalah sebuah pulau gersang yang diterpa angin kering dari selatan Afrika. Minimnya pepohonan baik pada kedatangan Darwin maupun ketika masa Hooker, membuat hujan kecil yang jatuh dengan cepat menguap.
Belajar dari Darwin, pada 1847 Hooker menyarankan angkatan laut untuk mengkaji sebuah rencana yang sedikit rumit. Dengan bantuan Kew Gardens, tempat ayah Hooker menjabat sebagai direkturnya, berbagai macam pohon pun di kirim ke Ascension.
Gagasan itu pun luar biasa sederhana. Pepohonan lebih mudah menangkap lebih banyak hujan, mengurangi penguapan, dan menciptakan lebih banyak tanah lempung. Tanah berabu pun akan menjadi sebuah taman.
Dimulai dari tahun 1850 dan terus berlanjut selama bertahun-tahun, kapal-kapal pun mulai berdatangan membawa berbagai tanaman dari taman-taman hayati di Eropa, Afrika Selatan, dan Argentina.
Tidak lama kemudian pada puncak setinggi 859 meter, yang tertinggi di Ascension, perubahan besar pun berlangsung.
Pada akhir 1870-an Eukaliptus, Pinus Pulau Norfolk, Bambu, dan Pohon Pisang mulai bertumbuh lebat.
Sementara di Inggris, Charles Darwin dan teori evolusinya sedang menggerogoti kisah-kisah Taman Eden a la kitab suci.Jauh di sebuah lembah, sebuah pulau Eden sedang diciptakan.
Kehidupan di Mars
Tetapi, bisakah kemudian taman rahasia Darwin itu punya konsekuensi di masa depan.
"Saya ingat, saya berpikir ini sesuatu yang aneh," kenang Dr Dave Wilkinson, seorang ekologis di Liverpool John Moores University, ketika mengunjungi Ascension pada 2003.
Ia sedang menulis tentang 'ekosistem aneh' di Ascension itu.
"Ada banyak tumbuhan yang seharusnya tidak bisa bersama di alam, justru tumbuh bersama. Barulah sayat tahu tentang Darwin, Hooker, dan segala yang telah terjadi," Wilkinson terpesona.
Wilkinson menggambarkan vegetasi 'Green Mountain', demikian puncak tertinggi Ascension dinamakan kini, sebagai 'hutan awan'.
Pepohonan di sana diselimuti oleh kabut dari laut, menciptakan sebuah oase di tengah kegersangan yang lembab.
Akan tetapi hutan itu berbeda, segalanya hasil kreasi manusia.
Sebuah ekosistem normalnya tercipta selama jutaan tahun melalui proses co-evolusi yang lambat. Sebaliknya Ascension. Hutan awan itu di dikembangkan oleh angkatan laut Inggris hanya dalam beberapa dekade.
"Ini sangat menakjubkan," tegas Wilkinson.
"Kita bisa membuat sebuah ekosistem yang benar-benar berfungsi melalui serangkaian kebetulan atau 'trial and error," ujar Wilkinson.
Hasilnya, apa yang Darwin, Hooker, dan angkatan laut Inggris kerjakan adalah percobaan pertama di dunia dalam bidang 'terra-forming'.
Mereka menciptakan ekosistem yang bisa bertahan dan bereproduksi secara mandiri agar Ascension layak didiami.
Menurut Wilkinson prinsip-prinsip dari percobaan itu bisa diterapkan dalam mengkaji koloni masa depan di Mars.Dengan kata lain bagaimana menciptakan sebuah lingkungan dengan usaha manusia.
Cara terbaik untuk mengusahakan kehiduapan adalah dengan membantunya 'menemukan jalannya sendiri".
Sayangnya saat ini, para pakar belum awas dengan yang terjadi di Pulau Ascension.
"Ini kesia-siaan yang mengerikan karena tidak seorang pun mempelajarinya," keluh Wilkinson.
Tampaknya, rahasia Pulau Ascension masih akan awet dalam beberapa tahun ke depan.
Sumber: BBC
"Eksperimen Rahasia" Charles Darwin
Gua kristal mirip Fortress of Solitude

Tahun 2007 merupakan tahun milik Superman. Setelah Kryptonite ditemukan pada April lalu, sekarang rumah kesayangan Superman (Fortress of Solitude). Ya beginilah jika sains bertemu dengan fiksi. Dalam cerita Superman, Fortress of Solitude merupakan kumpulan balok kristal dengan ukuran yang sangat besar dan kompleks. Fans Superman pasti tahu jika Fortress of Solitude ini terbentuk hanya dari sebuah kristal kecil di kutub utara sebagai tempat singgah buat Superman jika merindukan kampung halamannya.
Para penambang menemukan kristal-kristal raksasa ini tidak di Kutub Utara melainkan terpendam ribuan feet di bawah Pegunungan Naica Meksiko di padang pasir Chihuahuan.
Cueva de los Cristales (Cave of Crystals)
“Ini merupakan keajaiban alam”, ungkap Garcia Ruiz dari Universitas Granada.
Menurut Garcia, kristal tersebut dapat tumbuh dengan pesat karena terendam dalam air kaya mineral dengan range temperatur yang stabil dan terbatas sekitar 136 derajat Fahrenheit (58 derajat Celcius). Pada suhu ini, mineral anhydrite dalam jumlah berlebih di air kemudian melarut menjadi gypsum, sebuah mineral halus yang kemudian membentuk kristal-kristal besar di gua Naica.
Sumber: NationalGeographic, Technovelgy
MANUSIA PUNAH 100 MENDATANG

lmuwan yang sangat dihormati mengingatkan, manusia akan punah dalam 100 tahun dan proses itu tidak dapat dicegah atau dihentikan. Lalu apakah benar-benar akan kiamat?.
Profesor Frank Fenner adalah ilmuwan yang berhasil menanam virus myxomatosis pada kelinci di tahun 1950-an untuk mengontrol jumlah mereka.
Ia sangat disegani di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terutama pada 1980 ketika Fenner mengumumkan pada Majelis Kesehatan Dunia cacar air berhasil diberantas.
Dalam wawancara dengan The Australia, pakar mikrobiologi yang dihormati itu menyatakan pesimismenya menyangkut masa depan kita. "Kita akan menjadi punah," katanya. "Apa pun yang kita lakukan sekarang sudah terlambat."
"Homo sapiens akan punah, mungkin dalam 100 tahun," katanya.
"Banyak hewan lainnya juga. Ini adalah situasi yang tak bisa dikembalikan dan aku pikir sudah terlambat. Aku berusaha tidak menyatakan bahwa orang harusnya berusaha untuk melakukan sesuatu, tetapi mereka terus menundanya."
Meskipun usaha dilakukan untuk mengurangi dampak terburuk dari overpopulasi dan perubahan iklim, Fenner percaya itu sia-sia. Nasib manusia sudah ditetapkan .
Populasi dunia diperkirakan melambung sampai 7 miliar pada tahun depan, dan membuat ancaman mengerikan pada makanan dan air. Fenner memprediksi terjadi perang memperebutkan makanan dalam beberapa dekade mendatang, di mana negara-negara berjuang untuk mengamankan pasokan yang berkurang.
Kekeringan global merusak lahan pertanian, jumlah gizi buruk meluas dan kemiskinan. Perubahan iklim merupakan faktor pendorong besar di balik peringatan dan menurut pendapat Fenner, kita telah melewati titik tidak bisa kembali.
Meskipun memiliki kemampuan ilmiah untuk mengatasi masalah global, tapi kurangnya kemauan politik untuk mengupayakan sesuatu gunas mencegah planet ini berubah menjadi mangkuk debu.
Di lan pihak meskipun peringatan ini bukan tanpa dasar, tetapi dunia akan sangat berbeda dalam 100 tahun. Fenner belum mempertimbangkan faktor teknologi yang membuat manusia lebih maju.
Kepunahan terjadi bila setiap anggota sebuah spesies mati. Jadi kecuali serangkaian bencana global seperti pandemi, pemanasan global, perang nuklir, hancurnya sumber daya, dampak asteroid terjadi di saat yang bersamaaan maka sejumlah kecil keturunan manusia masih bisa eksisi terlindung di planet ini.
Dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Futures tahun lalu, peneliti menjawab pertanyaan: Musnahnya Manusia: Mungkinkah Terjadi?
"Umat manusia tidak mungkin punah tanpa kombinasi peristiwa bencana yang sulit dan berat," kata Tobin Lopes, dari University of Colorado Denver, dalam sebuah wawancara dengan Discovery News.
Dia menambahkan timnya sangat terkejut bagaimana sulitnya untuk mendapat skenario yang masuk akal di mana seluruh umat manusia akan punah
Sumber : http://www.whooila.com/2010/07/frank-fenner-manusia-akan-punah-100.html#ixzz0yOcK3mym
10 FAKTA TENTANG UBUR-UBUR
FAKTA PERTAMA :
Jellyfish pertama kali muncul sekitar 650 juta tahun yang lalu dan ditemukan di setiap permukaan laut. Beberapa juga ditemukan banyak di air tawar.
FAKTA KEDUA :
Medusa (Plural Medusae) adalah istilah lain untuk ubur-ubur.
Medusa adalah istilah lain ubur-ubur yang hidupa di yunani, finlandia, portugis, rumania, ibrani, serbia, kroasia, spanyol, perancis, italia, hungaria, polandia, ceko, slowakia, rusia dan bulgaria.
FAKTA KETIGA :
Karena ubur-ubur bukanlah merupakan spesien dari ikan, kadang banyak terdapat anggapan yang keliru tentang ubur-ubur, oleh karenya American Public Aquariumsk telah mempopulerkan penggunaan istilah jeli laut (sea jellies) sebagai gantinya.
FAKTA KEENAM :
Pada umumnya sekelompok atau sekawanan ubur-ubur ini disebut dengan istrilah bloom atau swarm.
Fakta kelima :
Ubur-ubur tidak memiliki sistem pernafasan karena kulit mereka cukup tipis dan bahwa tubuh mereka telah berisi oksigen oksigen melalui difusi.
FAKTA KEENAM :
Ubur-ubur tidak mempunyai otak atau sistem saraf pusat,
tetapi ubur-ubur memiliki jaringan saraf yang longgar, yang terletak di epidermis, yang juga disebut sebagai "jaring saraf."
FAKTA KETUJUH :
Ubur-ubur terdiri dari lebih dari 90% air. Sebagian besar massa bagian payung mereka adalah bahan agar-agar (jeli) yang disebut mesoglea, yang dikelilingi oleh dua lapisan sel yang membentuk payung (permukaan atas).
Sedangkan bagian permukaan bawah tubuhnya dikenal dengan sebutan bel.
FAKTA KEDELAPAN :
Ubur-ubur memiliki sistem reproduksi yang unik, yaitu baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun dan perempuan akan melepaskan sperma dan telur ke dalam air sekitarnya, di mana telur yang telah dibuahi dan tumbuh menjadi organisme baru.
FAKTA KESEMBILAN :
Ubur-ubur memiliki racun yang paling mematikan dan telah menyebabkan setidaknya 5.568 kematian sejak 1954. Setiap tentakel memiliki sekitar 500.000 harpun sindasites yang berbentuk jarum yang menyuntikkan bisa ke korban.
FAKTA KESEPULUH :
Spesies ubur-ubur terbesar adalah ubur-ubur bersurai singa (the lion’s mane jellyfish). Ubur-ubur ini adalah salah satu hewan yang dikenal terpanjang dan terbesar yang memiliki bel (tubuh) dengan diameter 2,3 m (7 kaki 6 inci) dan tentakel mencapai 36,5 m (120 kaki). Ubur-ubur ini ditemukan pernah terdampar di pantai teluk massachusetts pada tahun 1870.
10 IKAN PRA SEJARAH YANG MASIH ADA HINGGA SEKARANG
Tenyata ada ikan zaman prasejarah yang mampu bertahan atau masih ada hingga sekarang. tentunya ikan-ikan ini telah lolos dari seleksi alam dan masih tersisa dan hidup hingga sekarang, yang lebih menarik adalah ternyata ikan-ikan ini ternyata adalah ikan-ikan yang cukup aneh, langsung saja dibawah ini adalah ikan-ikan zaman prasejarah yang masih hidup atau ada hingga sekarang:
1 Coelacanth
The Coelacanth adalah ikan yang paling terkenal dari semua “fosil hidup” dan pantas menjadi no 1 dalam daftar ini, ikan ini adalah hewan yang seharusnya telah lama
punah dan tak terduga ditemukan masih hidup. Ikan ini seharusnya telah punah pada periode Cretaceous, bersama dengan dinosaurus, tetapi pada tahun 1938, sebuah spesies hidup tertangkap di Afrika Selatan. Sejak itu, spesies ini lebih telah dilihat dan difoto, dan spesies Coelacanth kedua bahkan ditemukan di Indonesia pada tahun 1999. Ikan ini adalah predator besar, dan dapat tumbuh hingga 2 meter (6 ’6 “) panjangnya, mereka memakan ikan yang lebih kecil, termasuk hiu kecil, dan biasanya ditemukan diperairan dalam, perairan gelap. Meskipun jarang ditangkap dan dikonsumsi karena rasanya yang tidak enak, ikan ini termasuk ikan yang hampir punah
2 Polypterus Senegalus
Ikan Africa ini sering disebut belut dinosaurus “”, karena penampilan mereka seperti reptil dan sirip mempunyai punggung bergerigi, mengingatkan pada punggung berduri beberapa dinosaurus ‘. Mereka tidak benar-benar belut, tetapi anggota keluarga bichir. Mereka bisa bertahan keluar dari air untuk jangka waktu yang lama selama kulit mereka tetap basah, yang memungkinkan mereka untuk mengembara jauh dari tangki mereka.
3 Alligator Gar
Ikan ini adalah predator hebat yang bersisik tebal, ditemukan di AS selatan dan utara dan timur Meksiko, menjadi ikan air tawar terbesar di Amerika Utara (meskipun kadang-kadang mengembara ke laut). ikan ini dapat tumbuh hingga 4 meter (13 ‘) panjangnya dan berat sampai 200 kg (£ 440). Aligator gar, disebut demikian karena penampilan mereka seperti reptil dan mempunyai rahang panjang, bersenjata dengan dua baris gigi tajam.
4 Sawfish
hewan atau ikan ini dapat ditemukan baik di laut atau di sungai dan anak sungai, dan
telah ditemukan hingga kedalaman 100 km. Panjangnya bisa mencapai Hingga 7 meter (23 ‘), ikan hiu (sawfist) tidak mungkin terlihat seperti hiu mereka mempunyai mulut yang panjang dan merupakan sebuah senjata dan organ sensorik, ditutupi pada elektro-sensitif pori-pori yang memungkinkan untuk merasakan mangsa walaupun penglihatan buruk. Meskipun biasanya tenang, ikan hiu ini bisa menjadi sangat berbahaya jika diprovokasi (diganggu)
5 Arapaima
Arapaima adalah kerabat dekat dari arwana , Arapaima Amazon kadang-kadang dianggap
sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Menurut deskripsi awal, ikan ini bisa tumbuh sampai dengan 4,5 meter , tetapi sekarang ini, ikan sebesar itu jarang ditemukan dan arapaimas dewasa sekarang ini paling hanya berkisar rata-rata 2 meter (6′ 6″) lama. predator Ini bergerak lambat dan makanannya dalah ikan kecil, atau apapaun jika itu kecil maka akan dimakan langsungdengan mulut lebarnya.
6 Sturgeon
Sturgeon merupakan ikan yang telah ada pada awal mula dinosaurus, sturgeon sudah dikenal sebagai salah satu sumber utama kaviar (yang terbuat dari); karena penangkapan yang berlebihan, ikan ini terancap punah. Spesies sturgeon terbesar dapat tumbuh hingga 6 meter (19 ’7 “), mereka memakan binatang kecil dari dasar laut dan tidak berbahaya bagi manusia, kecuali diprovokasi atau diganggu
7 Frilled Shark
predator ini hidup dilaut dalam, salah satu hiu yang paling primitif yang masih hidup sekarang ini , predator ini adalah peninggalan dari periode Cretaceous, ketika dinosaurus menguasai Bumi. hiu ini juga Jarang terlihat dalam keadaan hidup, hiu ini dapat tumbuh hingga 2 meter (6 ’6 “) (jika diumpamakan maka lebih besar dari laki-laki) dan mereka tinggal di perairan dalam, makanan mereka sebagian besar adalah cumi-cumi. Mereka tidak berbahaya bagi manusia, dan Sebenarnya, hiu ini menghabiskan seluruh hidup mereka tanpa melihat manusia. Hanya spesimen yang mati atau sekarat yang biasanya dilihat oleh nelayan atau ilmuwan
8. Arwana
Kalau yang ini saya yakin anda pasti sudah tahu, sekarang ini arwana tengah banyak
dioneksi oleh masyarakat sebagai ikan hias, tapi tahukan anda tenyata ikan iniadah ikan yang telah ada pada zaman prasejarah, ikan ini sudah ada pada periode Jurassic. Hari ini, mereka ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia. Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis (mungkin bagi anda suka ikan hias, ikan ini pasti ada pada list anda), arwana adalah predator rakus yang memakan binatang kecil yang dapat mereka tangkap, termasuk burung dan kelelawar akan dimakannya (mereka bisa melompat hingga 2 meter (6 ‘) ke udara) . Di Cina, arwana dikenal sebagai ” ikan naga ” karena penampilan mereka, dan mereka dianggap pertanda keberuntungan.
9 Lancetfish
lancetfish memiliki penampilan yang sangat jelas sebagai “ikan prasejarah”, dengan gigi yang tampak sengit tajam pada rahang dan layar di punggungnya, mengingatkan kepada beberapa dinosaurus (walaupun, layar di lancetfish ini sebenarnya adalah sirip punggung) . Bahkan nama ilmiahnya memiliki bunyi layaknya nama dinosaurus (Alepisaurus ferox). Panjang predtor ini bisa sampai dua meter (6 ’6 “) panjangnya, predator ini ditemukan di semua samudra kecuali untuk daerah kutub; sangat rakus, biasanya memakan ikan kecil dan cumi-cumi, dan bahkan dikenal sebagai ikan atau predator yang memakan kawannya sendiri (spesiesnya).
10 Hagfish
Menurut catatan fosil, hag telah ada selama lebih dari 300 juta tahun, yang berarti
mereka sudah ada ketika dinosaurus mengambil alih dunia! . binatang ini dapat ditemukan di perairan yang relatif dalam, binatang ini kadang-kadang disebut belut lendir, tetapi mereka tidak benar-benar belut, dan sebenarnya, mereka bahkan mungkin tidak ikan sama sekali, menurut beberapa ilmuwan. Mereka adalah hewan yang sangat aneh dalam semua hal, mereka memiliki tengkorak tetapi tidak memiliki tulang belakang, dan mereka memiliki dua otak. Hampir buta, mereka makan di malam hari di bangkai hewan besar (ikan, paus dll) yang jatuh ke dasar laut. “belut lendir ” adalah nama panggilan untuk fakta bahwa mereka menghasilkan zat Slimey yang dapat merusak insang ikan predator; sebagai akibatnya, mereka hampir tidak memiliki musuh alami.
ISU KIAMAT SUKU MAYA 2012

Marak nya isu kiamat yang akan terjadi pada tahun 2012 konon berasal dari ramalan suku maya. Masyarakat resah dengan gempuran media yang mengusung temakiamat sebagai berita. Keresahan semakin menyebar ketika film tentang ramalan ini beredar di bioskop-bioskop dunia.
Alkisah, suku maya di benua Amerika tersebut memprediksi kehidupan di bumi bakal musnah di penghujung 2012. Ini berdasarkan kalender suku maya yang berhenti pada Desember 2012. Benarkah ramalan suku maya itu, untuk itu kita perlu menggali tentang penanggalan suku maya tersebut.
Apa itu kalender Maya? Ini merupakan kalender yang disusun oleh sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Maya pada kisaran 250-900 M. Bukti kehadiran peradaban Suku Maya ini bisa dilihat dari sisa kerajaannya di hampir semua bagian selatan Meksiko, Guatemala, Belize, El Savador, dan sebagian Honduras.
Dari bukti-bukti sejarah, masyarakat suku Maya memang memiliki kemampuan menulis yang baik dan juga kemampuan untuk membangun kota dan perencanaan kota. Dalam hal membangun, Suku Maya terkenal dengan bangunan piramida dan berbagai bangunan besar lainnya. Tak hanya itu, dalam kebudayaan, peradaban suku Maya memberi pengaruh yang sangat besar pada kebudayaan Amerika Tengah. Pengaruh itu bukan hanya dalam hal peradaban namun juga dalam hal populasi pribumi di area tersebut. Sampai saat ini, sejumlah Suku Maya masih tetap ada dan meneruskan tradisi mereka yang telah berumur ribuan tahun itu.
Suku Maya dalam kehidupannya menggunakan beberapa kalender berbeda. Bagi mereka, waktu merupakan penghubung dengan lingkaran spiritual. Kalender memang digunakan untuk hal-hal praktis seperti untuk kehidupan sosial, pertanian, perdagangan dan berbagai keperluan administratif. Namun dipercaya ada elemen religi yang besar di dalamnya yang memberi pengaruh. Bagi suku Maya, setiap hari memiliki ruh pelindung yang berbeda sehingga setiap hari memiliki fungsi yang berbeda pula. Sangat berbeda dengan kehidupan modern dengan kalender Gregorian yang hanya menetapkan kalender sebagai waktu yang terkait dengan hal-hal administratif, kehidupan sosial dan keperluan ekonomi.
Penanggalan dan kalkulasi
Penanggalan suku maya dipengaruhi oleh budaya Mesoamerica. Sistem penanggalan Maya juga berupa siklus seperti kalender Gregorian yang digunakan saat ini. Ada berbagai hal yang mendasari siklus kalender peradaban Maya. Siklus kalender Maya didasarkan pada msa ketika Tuhan menciptakan alam semesta kemudian memusnahkan nya.
Suku maya memiliki system penomoran berbasis 20 dan 18. Sistem penomoran ini juga berlaku untuk kalender mereka. Suku maya memiliki 365 hari dalam setahun dengan rincian satu bulan terdiri dari 20 hari dan setahun terdiri dari 18 bulan. Mereka mempunyao lima hari tambahan diluar bulan, Kelima hari itu disebut hari sial.
Maya memiliki 3 sistem kalender, yaitu Long Count, Tzolkin (kalender peribadatan) dan Haab (kalender sipil). Satuan dasar Long Count adalah kin (hari).
Penanggalan dan Angka Astronomi Bangsa Maya dalam angka penanggalannya menggunakan titik, garis serta tanda kerang-kerangan yang menggantikan nol untuk menyatakan angka.
Angka-angka Arab yang kita kenal sejak kecil, pasti tidak ada orang yang menganggapnya luar biasa. Dia hanya sederetan angka dari 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 hingga 0 saja. Mungkin kita semua tidak mengetahui bahwa gagasan 0 ini dibawa oleh orang Arab dari India ke Eropa, orang Eropa di zaman dahulu kala tidak mempunyai konsep angka yang sesimpel ini. Orang Yunani pintar dalam hal cipta-mencipta, namun mereka menulis angka harus memakai aksara. Sedangkan orang Roma bisa menggunakan angka, tetapi mereka itu hanya bisa menggunakan pola diagram dari empat angka untuk mewakilinya.
Ketika arkeolog mempelajari sistem angka-angka bangsa Maya, mendapatkan bahwa ekspresi angka serta biji sempoa mereka ada kehebatan yang sama dalam penyampaian maksud. Mereka menggunakan tiga simbol yakni: titik, garis horizontal serta simbol kerang-kerangan untuk mewakilkan nol –sudah cukup untuk menyatakan angka apa saja. Teori semacam ini dipergunakan dalam “sistem biner”-nya kalkulator sekarang ini.
Cara menghitung angka semacam ini, bisa dipergunakan pada angka ilmu falak. Dari ukiran tiang batu yang disebut batu prasasti yang ditemukan di Girikua, Guatemala Amerika Selatan, tercatat angka yang sudah berusia 90 juta hingga 400 juta tahun lamanya.
Penanggalan Maya sangatlah rumit, ada yang berdasarkan penanggalan Tzolkin yang 260 hari sebagai siklus, enam bulan sebagai siklusnya penanggalan candra, 29 serta 30 hari sebagai siklusnya penanggalan surya serta penanggalan surya yang 365 hari sebagai siklus dan sebagainya, siklusnya berbeda penanggalannya pun berbeda. Kita dapat ketahui melalui observasi astronomi mutakhir bahwa setahun itu adalah 365, 2422 hari, namun orang Maya jauh-jauh hari sudah mengobservasikan bahwa satu tahun itu ada 365, 2420 hari. Tingkat akurasi yang begitu tinggi, sungguh suatu hal yang sulit dibayangkan.
Satuan yang dipakai untuk menghitung hari bagi orang Maya itu luar biasa sekali, nilai-nilai angka yang sudah diketahui oleh arkeolog adalah sebagai-berikut:
20 hari ialah satu Winar
18 Winar ialah satu Toon sama dengan 360 hari
20 Toon ialah satu Katoon sama dengan 7.200 hari
20 Katoon ialah satu Bagtoon sama dengan 144.000 hari
20 Bagtoon ialah satu Biktoon sama dengan 2.880.000 hari
20 Biktoon ialah satu Karaputoon sama dengan 57.600.000 hari
20 Karaputoon ialah satu Kimkirtoon sama dengan 1.152.000.000 hari
20 Kimkirtoon ialah satu Alatoon sama dengan 23.040.000.000 hari
Mengapa harus mengembangkan bilangan begitu besar? Besarnya satuan bilangan itu sehingga orang modern pun belum menggunakannya. Berdasarkan persepsi ilmu pengetahuan saat ini, mungkin angka-angka tersebut hanya terpakai untuk satu kurikulum saja, yakni ilmu falak. Sering kali astronom menggunakan satuan bilangan yang sangat besar untuk menyatakan jarak antara planet itu sendiri, dan hanya “angka ilmu falak” dari ilmu falak itulah yang begitu besar.

Pemahaman benda angkasa bagi orang Maya itu, jauh melebihi sistem galaksinya. Di luar dugaan bahwa di dalam sebuah penanggalan orang Maya yang disebut Tzolkin itu ada catatan perubahan iklim pada galaksi (Galatic Seasons). Taswin atau penanggalannya orang Maya, telah mencatat perubahan benda-benda angkasa dalam waktu yang panjang, “zaman matahari” mereka ialah sebuah penanggalan sistem galaksi, penanggalan seperti ini, tidak dapat dihitung oleh ilmu pengetahuan sekarang apalagi observasinya.
Dari catatan “zaman matahari” kita mendapatkan orang Maya percaya bahwa cara alam semesta ini berotasi berdasar “sirkulasi besar”, setiap sirkulasi adalah satu “zaman matahari”. Sirkulasi semacam ini hampir mirip dengan “Tian Kan” (10 batang langit) dan “Ti Ce” (12 batang bumi)-nya orang Tiongkok, penanggalan ialah sirkulasi yang tak putus-putus, dan tidak seperti garis lurusnya tarikh Masehi yang tak bertitik akhir. Rupa-rupanya tarikh seperti ini menjadikan hukum rotasi ruang alam semesta yang lebih besar itu melebur menjadi satu, mirip almanak Batang langit dan cabang bumi Tiongkok yang dapat mencatat tahun, bulan, hari bahkan waktu yang disebut suratan delapan huruf dan tanggal lahir itu.
Kalau bertitik tolak dari ilmu pengetahuan modern yang melampaui peradaban untuk mempelajari masih belum ada penjelasan yang akan membuat orang yakin sepenuhnya. Ini berarti ilmu pengetahuan praktis kita ini jauh tertinggal jika dibanding dengan peradaban-perdaban prasejarah itu, dan tak layak disebut ilmu pengetahuan yang sejati.
Ternyata Nyamuk Lebih Tertarik dengan Badan Besar
Selama ini nyamuk diduga lebih menyukai darah manusia berjenis kelamin perempuan karena lebih manis. Namun, laporan Annals of Internal Medicine yang dipublikasikan harian the New York Times menyebutkan, nyamuk sebenarnya lebih tertarik pada manusia yang berukuran tubuh besar.
”Mungkin karena tubuh yang besar memancarkan panas atau karbon dioksida yang lebih besar,” sebut penelitian itu. Sebelum sampai pada kesimpulan itu, tim peneliti membandingkan tubuh perempuan hamil dengan yang tidak. Hasilnya, perempuan hamil dua kali lebih menarik bagi nyamuk. Analisisnya, perempuan hamil mengeluarkan karbon dioksida yang lebih banyak dan suhu tubuhnya lebih tinggi. Ini yang membuat perempuan hamil lebih mudah terdeteksi oleh nyamuk.
Seperti karbon dioksida, asam laktat juga merupakan daya tarik kuat bagi nyamuk. ”Karena itulah nyamuk lebih sering menyerang ketika kita berada di luar ruangan dan berkeringat. Saking kuatnya, nyamuk bisa mendeteksi karbon dioksida dan asam laktat dari jarak 30 meter,” kata Clifford W Bassett dari Allergy and Asthma Care of New York, AS
NASA Temukan Ratusan Planet ALien..
Pesawat luar angkasa Kepler, NASA, yang mencari planet mirip bumi, menemukan sekitar 706 kandidat yang berpotensi didiami oleh alien di antara 156 ribu bintang.
Pernyataan ini diumumkan sebagai bagian dari data yang dirilis dari misi pertama 43 hari tim peneliti Kepler, NASA.
Pesawat Kepler memonitor bintang untuk melihat terjadinya perubahan cahaya dan mengindikasikan keberadaan planet milik alien yang melewati bumi.
“Ini merupakan data yang paling berharga, terpanjang dan terbesar mengenai set fotometri bintang,” ujar David Koch, wakil penyelidik utama misi dari Ames Research Center, NASA, di Moffett Field, California, seperti dikutip pada Yahoo News.
“Hasil ini akan menjadi lebih baik dalam kurun waktu data yang terus berkembang.”
Dengan mengukur penurunan cahaya bintang saat planet melintas atau transit di depan mereka, astronom dapat mengurangi jumlah planet itu sendiri.
Berdasarkan data tersebut, astronom telah menemukan lebih dari 400 planet yang mungkin didiami oleh alien di sekitar bintang dalam sistem tata surya kita. Ini termasuk enam penemuan baru oleh pengamat asal Prancis yang telah diumumkan di awal minggu ini
20 Tahun Lagi Gletser Papua Hilang
Pimpinan kelompok peneliti inti es Papua, Prof Lonnie G. Thompson, dari Ohio State University memperkirakan dalam waktu 20 tahun hingga 30 tahun ke depan gletser di Gunung Cartensz, dekat Puncak Jaya, Papua akan hilang sebagai akibat dari pemanasan global.
"Hampir pasti di sini dan di tempat-tempat tropis yang lain kira-kira dalam 30 tahun gletser akan hilang akibat perubahan iklim," kata Lonnie Thompson kepada ANTARA di Timika, Sabtu.
Ia memimpin proyek penelitian pengeboran inti es Papua 2010 kerja sama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan Byrd Polar Research Center (BPRC) The Ohio State University yang beranggotakan sejumlah peneliti dari Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan Indonesia.
Kelompok peneliti pimpinan Lonnie Thompson selama 13 hari tinggal di tiga titik gletser yang masih ada di Papua yaitu gletser Cartensz, E.Nortwall Firs dan W.Northwall Firs yang hampir habis atau hilang.
Menurut pengakuan Lonnie Thompson, selama 13 hari berada di kawasan gletser Papua, gletser setempat mengalami penurunan sekitar 30 centi meter. Ia memperkirakan, setiap tahun gletser Papua hilang beberapa meter.
Lonnie Thompson mengatakan, proses pencairan es pada gletser Papua sangat cepat akibat dari faktor iklim dimana setiap hari di kawasan itu selalu turun hujan.
"Benar kalau gletser di sini kemungkinan akan cepat habis karena setiap hari turun hujan. Hujan merupakan salah satu faktor cuaca yang paling cepat menghabiskan gletser," katanya.
Selama berada di kawasan gletser Papua, Lonnie dan rekan-rekannya mengambil sampel 88 meter Ice Core dengan mengebor enam inti es sampai dasar es lalu dipotong-potong menjadi satu meter dan dimasukan ke dalam freezer untuk diteliti lebih lanjut di Ohio State University Amerika Serikat.
Hasil penelitian ini diperkirakan akan selesai akhir tahun 2010 dan akan dipublikasikan sekitar bulan Juni 2011.
"Misi pengambilan sampel es ini untuk mendapatkan informasi iklim yang masih ada di gletser Papua sebelum informasi iklim itu akan hilang semua," jelas Lonnie Thompson.
Ia mengatakan, suhu rata-rata di kawasan gletser Papua pada siang maupun malam hari berkisar pada 5 derajat celcius hingga minus 5 derajat celcius di bawah 0. Menurut Lonnie, gletser yang ada di pegunungan Papua merupakan yang paling rendah dibanding dengan gletser di tempat-tempat lain di berbagai belahan dunia.
"Kami sudah mengambil semua sampel es dari berbagai gunung di dunia, dimana yang tertinggi di pegunungan Himalaya (perbatasan Tibet dan Cina) dengan ketinggian sekitar 7.200 meter diatas permukaan laut. Sedangkan yang ada di Papua berada pada ketinggian di bawah 5.000 meter di atas permukaan laut," jelasnya.
Lonnie Thompson mengatakan, kegiatan penelitian gletser di Papua tidak lepas dari dukungan PT Freeport Indonesia, perusahaan tambang emas, tembaga dan perak yang beroperasi di Mimika, Papua.
"Tanpa bantuan Freeport, tidak mungkin kami mengambil es dari gletser untuk dibawa secara cepat dengan helikopter lalu dimasukkan dalam freezer untuk dikirim ke pusat penelitian di Amerika Serikat. Karyawan Freeport juga banyak memberikan bantuan untuk memindah-mindahkan peralatan penelitian selama berada di kawasan gletser Papua," katanya menambahkan.
ALaM yang Menakjubkan.
Cenote Angelita, Meksiko terdapat sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.




SUngguh indah dan menakjubkan ciptaan Tuhan kita.
source :
PENEMUAN PLANET BARU MIRIP BUMI??
Planet baru mirip BumiWah ada kabar baik lagi neh BRO, yang ini datang nya dari eropa. katanya Para ahli ruang angkasa dari Eropa sedang gencar-gencarnya mencari planet lain yang mirip dengan bumi. Dan pada Selasa 21 April lalu, mereka mengumumkan telah menemukan dua planet yang ukurannya hampir sama dengan bumi. Planet yang mereka temukan disebut Gliese 581 e. Sebelumnya, telah ditemukan planet yang berdekatan dan disebut Gliese 581 d. planet yang berada di luar tata surya kita, yang mirip dengan planet Bumi yang kita huni. jarak bumi dengan planet tersebut kurang lebih 20.5 tahun cahaya. planet yang mengorbit dalam waktu 13 hari pada bintang induknya itu diperkirakan memiliki kandungan air di permukaannya, dengan suhu planet 0 – 40 derajat celcius.
Kata Para ahli luar angkasa kedua tempat tersebut kemungkinan bisa dijadikan tempat tinggal manusia. wah bener gak ia,,?
“Adanya bebatuan dan karang pada planet tersebut membuat kami mengambil kesimpulan planet itu dapat dijadikan tempat tinggal oleh manusia,” kata Michel Mayor, seorang ahli fisika astronomi dari University Geneva di Swiss.
Namun dalam banyak cara lainnya, planet ini adalah “binatang kejam yang sangat berbeda” dari Bumi yang kita tinggali, kata para ilmuwan.
“Pada dasarnya ini adalah satu samudera luas,” kata kepala peneliti David Charbonneau dari Pusat Astrofisika Smithsonian, Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts.(Di planet ini) tidak ada satu pun benua yang mengambang di atas atau menyeruak dari air.”
Ukuran Gliese 581 e adalah 1,9 kali ukuran bumi dan letaknya dekat dengan bintang yang menyinarinya. Gliese 581 d, dan Gliese 581 e, berada dalam konstelasi Libra dan ditemukan dengan menggunakan teleskop observatorium yang ada di La Silla, Chili.
Untuk membuat penemuan ini, para peneliti menggunakan peralatan yang sangat sensitif yang bisa mengukur perubahan kecil pada kecepatan sebuah bintang ketika terjadi tarik-menarik gravitasi dengan sebuah planet yang berdekatan.
Para astronom terpaksa menggunakan metode tak langsung dalam mendeteksi planet tersebut karena teknologi teleskop yang dimiliki saat ini kesulitan merekam gambar obyek angkasa yang sangat jauh atau yang bercahaya redup -apalagi ketika obyek tersebut mengorbit dekat dengan bintang bercahaya.
Mungkin sekarang kita punya banyak pertanyaan. Apakah di sana ada kehidupan layaknya di bumi, jika ada... makhluk apa yang menghuni planet itu??, dan seperti apa,??

